
Kemarinmalam (19/7) saya diundang oleh salah seorang rekan dari FPI Kota Bandung untukbersilaturahim dengan Habib Rizieq, Ketua Umum DPP FPI. Pada kesempatan itu,Habib yang baru saja kembali dari tahanan beberapa minggu lalu ini langsung datangdari Jakarta untuk memberikan tausiyah terkait dengan peringatan Isra Mi’raj1430 H dan Milad ke-3 DPC FPI Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.
Sayabersama Saudara Ikhlas, perwakilan dari KAMMI, berangkat dari Kota Bandungsekitar pukul 18.30 WIB. Kami meluncur menuju Masjid Raya Kota Cimahi untukbertemu dengan rekan kami dari FPI. Ba’da Shalat Isya kami pun berangkat menujutempat kegiatan di Kelurahan Jaya Mekar Kab. Bandung Barat, tepatnya di depan kediamanHabib Hasan Al Idrus, pengurus FPI Kab. Bandung Barat.
Alhamdulillah, kamisampai disana sekitar pukul 20.30 WIB. Ratusan motor sudah berjajar denganrapih mendahului kedatangan kami. Tidak ketinggalan pulabeberapa mobil polisi pun ikut menghadiri acara tabligh akbar ini. Habib Rizieqyang ditunggu-tunggu ternyata sudah berada di lokasi, beliau sedang rehatsebentar di rumah Habib Hasan Al Idrus yang letaknya hanya 10 meter dari tempattabligh akbar.
Tidaklama setelah itu, kami diundang masuk ke rumah beliau. Disana sudah nampakbeberapa pengurus FPI dari berbagai daerah di Jawa Barat beserta para Habibdari Kab. Bandung Barat dan sekitarnya. Kami bersalaman dengan Habib Rizieq dandipersilahkan duduk tepat dihadapan depan beliau. Bagi saya, momen seperti ini merupakansebuah kebanggaan tersendiri, karena bisa duduk berhadapan dengan salah satutokoh Islam Indonesia yang istiqomah dengan perjuangannya. Setidaknya beliausudah hampir 10 tahun memimpin FPI. Setelah itu, kami diperkenalkan kepadabeliau. Tidak lupa kami sampaikan maksud dan tujuan kedatangan kami, besertaucapan salam dari teman-teman KAMMI yang lain.
HabibRizieq tidak seperti yang digambarkan oleh media kebanyakan. Kita selaludiprovokasi bahwa image beliau seakan-akan adalah tokoh Islam radikal,tokoh yang selalu menghantam yang dianggapnya maksiat tanpa basa-basi, dantokoh yang dicap sebagai salah satu teroris di Indonesia. Image ummatpun terbawa, seolah beliau adalah orang yang digambarkan oleh media-mediatersebut.
Sejakawal saya berkeyakinan bahwa Habib Rizieq bukanlah orang seperti itu. Hinggaakhirnya, saya bisa bertemu dan berdiskusi langsung dengan beliau. Pembawaanbeliau yang kalem, penuh kharisma, bersahabat, sangat terlihat dengan jelasmeskipun beliau baru keluar dari tahanan.
Diruangan tempat kami berada hanya disi oleh sekitar 10 orang saja, termasukHabib Rizieq. Sisanya berada di luar. Beberapa orang di samping saya merupakanpara tokoh FPI di daerahnya masing-masing. Kurang lebih satu jam kamiberdiskusi. Banyak hal yang kami diskusikan terutama terkait dengan isu terkiniyang sedang terjadi.
Diskusi Awal
Sebagaiawalan, kami sampaikan ucapan turut berbahagia karena beliau masih dalamkeadaan sehat wal’afiat pasca keluar dari tahanan beberapa minggu yang lalu. Saya pun mengucapkan selamat atasterselesaikannya studi S3 beliau di Malaya University. Terakhir saya tahukarena membaca biodata beliau di Majalah Sabili edisi terbaru minggu ini. Sambilsedikit tertawa, beliau menanggapi bahwa studi S3 beliau tinggal penyelesaiandisertasi. tetapi karena ditahan, beliau haru rehat satu tahun. ‘Ana tinggal disertasi. Tetapi harus istirahat dulusetahun karena dipenjara, ujar Habib yang mengambil jurusan Syariat Islam diMalaya University ini. Beliau pun meralat bahwa biodata yang dicantumkan diSabili kurang tepat. Saya pun hanya mengangguk tanda mengerti.
Ada beberapapertanyaan yang saya sampaikan kepadabeliau, dan beliau langsung menjawabnya. Diantaranyaadalah:
Sekitarpukul 22.00 WIB, pembawa acara lewat pengeras suara mempersilahkan Habib untuknaik ke atas panggung. Kami pun bersama beliau menuju ke atas panggung,mengikuti dari belakang.
Tausiyah Habib
Sekitar700-an orang dari berbagai usia dan kalangan sudah berada di lokasi acaradengan tertib. Tempat antara laki-laki (ikhwan) dan perempuan (akhwat) dipisah.Para jamaah yang hadir lebih banyak berasal dari Kab. Bandung Barat, KotaBandung, Kab. Bandung, Kota Cimahi, Kab. Cianjur, Kab. Tasikmalaya, dan Kab.Purwakarta. Mereka datang rombongan menggunakan sepeda motor maupun mobil.
Ringkasantausiyah yang beliau sampaikan saya tulis dalam 4 bagian, yaitu:
A. Peringatan Hari bersejarah Islam
B. Pengeboman di hotel J.W. Marriot dan R.C.
C. Sikap Pejuang Islam
D. Medan Juang Ummat
Medanjuang ummat Islam terdiri dari empat yaitu dakwah, Amar ma’ruf, nahyi munkar,dan jihad. Setiap medan mempunyai karakter tersendiri. Setiap medan mempunyaiayat perintah masing-masing dan harus tepat dalam menempatkannya. Kerancuanmemahami ayat Allah SWt dalam penempatannya dengan masing-masing medan akanberakibat fatal.
Padakesempatan kali ini, hanya tiga bagian yang akan kita jelaskan. Semua memakaicontoh yang diambil dari hadist nabi. Pertama, dakwah. Anak usia dibawah tujuh tahun belum diperintahkan untuk shalat, tetapi hanya diajak. Prosesmengajak ini kita sebut dakwah; Kedua, amar ma’ruf. Dalam hadist apabilaanak telah berusia tujuh tahun maka suruhlah untuk shalat. Kalimat menyuruhmenunjukkan amar ma’ruf. Kalimat menyuruh mengandung perintah untuk melakukansesuatu; Ketiga, nahyi munkar. Apabila anak telah berusia sepuluh tahundan tidak mau melaksanakan shalat maka pukullah anak tersebut. Makna pukulanini adalah hukuman, namun memukul anak harus dengan rasa kasih sayang.

Diskusi Pamungkas
Waktumenunjukkan pukul 23.30 WIB. Sebelum menutup tausiyahnya, beliau mengajak semuajamaah yang hadir untuk menyanyikan hymne FPI sebagai bagian dari memperingatimilad ke-3 DPC FPI padalarang, Kab. Bandung Barat. Sekitar 15 menit beliaubeserta jamaah menyanyikan hymne tersebut. Saya sendiri tidak hafal hymne ini.Tetapi sebagian liriknya saya tahu dari beberapa koleksi nasyid di memori saya,sehingga tidak sulit untuk mengikutinya. Pukul 23.45 WIB acara pun selesai dankami pun bersama rombongan kembali ke kediaman Habib Hasan Al Idrus.
Kamiturun dari panggung agak terakhir, karena harus membereskan laptop dan bukucatatan saya. Ketika tiba di kediaman, ruangan tempat Habib Rizieq sudah penuh.Kami pun berencana duduk di luar ruangan saja. Tak masalah yang penting bisaduduk. Tetapi sebelum duduk, saya agak terkejut ketika tiba-tiba beliaumemanggil kami untuk masuk ke dalam ruangannya dan menunjuk supaya kami dudukdi dekat beliau. Subhanallah.
Setelahsemua duduk dengan rapih, jamuan makan malam dari sang tuan rumah pundihidangkan. Makanan khas ala sunda plus dengan sambal hejo-nya sangat terasanikmat walaupun jam menunjukkan pukul 24.00 WIB. Subhanallah, dalam hati sayaberpikir ini yang namanya makan malam. Makan tepat pukul 24.00 WIB, pas jam didinding berdering 12 kali.
Setelahsemua beres, niat saya untuk memulai pembicaraan dengan Habib Rizieq kembalimuncul. Walaupun saya agak sungkan untuk kembali bertanya, tapi pengalamanwaktu diskusi awal setidaknya menunjukkan bahwa beliau sangat akomodatif denganpertanyaan-pertanyaan. Yang jelas asal timing-nya tepat.
Pertanyaanyang sudah disimpan dari tadi saya munculkan kembali. “ Habib, perkembanganpolitik terakhir menunjukkan ada perbedaan yang cukup tajam antara Parpol Islamdengan Ormas Islam, termasuk FPI di dalamnya. Dengan seruan Habib tadi tentangpersatuan dan kesatuan, apakah FPI siap menjadi pelopor persatuan antara Ormasdan Parpol Islam?” Habib menjawab, “ Pada dasarnya kita akan mendukung parpolberasaskan Islam yang memperjuangkan kepentingan ummat. Terkait denganpersatuan dan kesatuan, kita ada wadahnya yaitu Forum Umat Islam (FUI).Pembubaran Ahmadiyah pun muncul lewat FUI ini. Dan FUI cukup efektif sampaisekarang”. Diakhir kalimat Habib menyatakan komitmennya untuk terus merajutukhuwah Islamiyah diantara ormas Islam.
Pukul00.30 WIB pertemuan kami pun berakhir. Beliau harus kembali pulang ke Jakarta.Kami pun bersalaman dan saling berpelukan. Sungguh, walaupun ini pertemuanpertama bagi kami, saya sudah tak sungkan lagi berpelukan dengan beliau. Sayajadi ingat perkataan Hasan Al Banna, syarat perubahan itu ada dua, hikmahnyaorang tua, dan semangatnya pemuda. Dalam perjalanan pulang saya berpikir, malamini setidaknya saya menemukan makna dari perkataan itu. Pukul 02.00 WIB sayapun pulang dengan selamat. Tekad pun kembali dipancangkan, semoga besok pagilebih baik daripada hari kemarin. Insya Allah []
Wallahu’alam bishshawab.
Bandung, 20 Juli 2009.
*Ditulis olehRamlan Nugraha, Ketua Departemen Kebijakan Publik
Kesatuan AksiMahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Wilayah Jawa Barat.
| Comments |
|
Hak Cipta © PSDO KAMMI Jawa Barat 2010 All Rights Reserved. Diperbolehkan menyalin konten situs ini dengan menyertakan sumbernya.
Isi tulisan merupakan Hak Cipta dari pemiliknya. PSDO KAMMI Jawa Barat tidak bertanggung jawab atas isi tulisan tersebut.
Powered by Joomla. Template 'pjo_pickjoomla' by pickjoomla.com. Heavily modified by Mif Al Ghafiqi.