Suara Merdeka Cybernews - Jakarta, CyberNews. KAMMI Jawa Barat menilai Megawati, SBY, dan JK sebagai sosok yang gagal memimpin Indonesia. Karena itu, KAMMI menyatakan menolak pencapresan ketiga tokoh tersebut.
"Kami menolak pemimpin gagal yaitu Megawati, SBY, dan JK untuk memimpin Indonesia," tegas KAMMI Jawa Barat dalam siaran persnya kepada SM CyberNews, Jumat (15/5).
KAMMI juga menilai percaturan politik yang terjadi pasca pemilihan legislatif semakin menunjukkan kepragmatisan kekuasaaan. Kekuasaan menjadi ajang pembicaraan elit dengan satu tema “politik dagang sapi”.
"Kelakuan partai dan tokoh politik adalah berputar pada posisi, prediksi kemenangan dan saling jegal antar lawan. Sementara, idiologi, kepentingan rakyat dan agenda pembangunan tidak pernah dijadikan landasan. Suara rakyat dalam proses legislative hanya dijadikan komoditas dan modal berbagi kekuasaan," tandas Ketua Umum KAMMI Jabar Andriyana.
Andriyana menyatakan KAMMI Jawa Barat konsisten dan menyakini bahwa agenda mendesak rakyat harus menjadi landasan pembangunan Indonesia. Karena para pemimpin negeri ini, telah menunjukkan kegagalan mengemban amanah reformasi.
"Rekam jejak kepemimpinan Indonesia, mencatat kegagalan para pemimpin antara lain Penjualan Aset –aset strategis bangsa, Kasus pelanggaran HAM dan keterlibatan dalam agenda pemiskinan rakyat. Ditambah berbagai kasus fenomenal seperti Lumpur LAPINDO, yang hingga sekarang tidak memperlihatkan penuntasan penanganan, rakyat menjadi menjadi korban."
Menurut dia interfensi asing terlihat nyata dalam peta politik saat ini. Berawal dari Sidang Tahunan Asia Development Bank (ADB)tangal 2 Mei 2009 di Bali. Indonesia mendapat pinjaman program dari Asia Development Bank (ADB) senilai US$ 750 juta dan pinjaman siaga US$ 1 miliar.
"Indonesia adalah salah satu pengguna dana terbesar dari ADB. Keberadaan ADB dan lembaga keuangan internasional lainnya tidak terlepas dari upaya negara pemilik modal untuk menguasai dan mengendalikan negara berkembang. Artinya harkat dan martabat Indonesia telah diobral untuk diobok – obok melalui kekuatan ekonomi asing," nilai Andriyana.
"Kami mengecam Parpol yang tidak memiliki etika dalam berpolitik dan telah mengkhianati suara rakyat. Demikian, semoga Allah memberikan ridhoNya dan melindungi Indonesia dari keculasan para pemimpin. Amin," tegas Andriyana. (MH Habib Shaleh/CN08)
| Comments |
|
|
|||||||||
Hak Cipta © PSDO KAMMI Jawa Barat 2010 All Rights Reserved. Diperbolehkan menyalin konten situs ini dengan menyertakan sumbernya.
Isi tulisan merupakan Hak Cipta dari pemiliknya. PSDO KAMMI Jawa Barat tidak bertanggung jawab atas isi tulisan tersebut.
Powered by Joomla. Template 'pjo_pickjoomla' by pickjoomla.com. Heavily modified by Mif Al Ghafiqi.